
Kaimana, 4 April 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kaimana melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan kewaspadaan dini terhadap radikalisme, intoleransi, isu SARA, dan hoaks yang menyasar kalangan generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di GSJA Shalom Kaimana yang berlokasi di Bantemi Dalam, dekat Kantor Kejaksaan Kaimana, pada Sabtu (04/04/2026).
Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para pemuda dengan pemahaman yang kuat terkait ancaman radikalisme dan penyebaran informasi hoaks yang kian marak, khususnya di era digital. Generasi muda dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Pdt. Suryanto Berutu dan Philiphus Warwey. Keduanya menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan relevan bagi anak-anak muda.
Dalam pemaparannya, Pdt. Suryanto Berutu mengajak generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan toleransi sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menolak segala bentuk paham radikal.

Sementara itu, Philipus Warwey, S.Sos. menyoroti pentingnya kecakapan digital di kalangan pemuda. Ia mengingatkan agar anak-anak muda lebih kritis dalam menyaring informasi di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA dan berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Para peserta yang didominasi oleh anak-anak muda terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Diskusi interaktif pun terjadi, menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam memahami isu-isu kebangsaan yang berkembang saat ini.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kaimana berharap generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Kaimana.